PROFIL DESA POTERAN
Desa Poteran merupakan desa yang terletak di Kecamatan Talango yang merupakan pulau kecil di Kabupaten Sumenep Madura Provinsi Jawa Timur dari delapan desa yang ada di kecamatan Talango. Desa Poteran sendiri terdiri dari delapan Dusun, yaitu Dusun Taman, Dusun Ellong, Dusun Jamaleng, Dusun Sarotak, Dusun Galisek, Dusun Andun, Dusun Gunung Malang, Dusun Selladan. Dari delapan Dusun yang ada Desa Poteran terbagi menjadi lima belas RW dan tiga puluh RT, yang masing-masing Dusun meliputi 2 RW dan 4 RT kecuali Dusun Selladan yang hanya terdiri dari 1 Rw 2 RT.
Desa Poteran wilayahnya terletak di sebelah timur yang merupakan bagian paling ujung dari kecamatan Talango, sebelah utara berbatasan dengan laut, sebelah timur juga berbatasan dengan laut, sebelah selatan berbatasan dengan kombang dan sebelah barat berbatasan dengan desa Palasa. Sedangkan jarak tempuh desa poteran ke ibu kota provinsi 175 KM, ke ibu kota kabupaten 24 KM, dan jarak tempuh ke ibu kota kecamatan 12 KM dengan meliputi beberapa ruang lingkup sebagai berikut:
a.
Demografi Desa Poteran
Demografi adalah studi ilmiah tentang
penduduk, terutama tentang jumlah, struktur dan perkembangannya. Berdasarkan
data profil desa, jumlah penduduk Desa Poteran dari delapan Dusun yang meliputi
15 RW dan 34 RT terdiri dari 4.291 jiwa dengan komposisi tersaji dalam tabel
berikut:
Tabel 1
Jumlah Penduduk Desa Poteran Kecamatan Talango
Kabupaten Sumenep
|
NO |
TINGKATAN |
JIWA |
|
1 |
Jumalah peduduk laki-laki |
2.057 |
|
2 |
Jumlah penduduk perempuan |
2.234 |
|
|
JUMLAH |
4.291 |
Tabel 2
Jumlah Penduduk Berdasarkan Tingkat
Pendidikan[1]
|
NO |
TINGKATAN |
JIWA |
|
|
Pendidik Anak Usia Dini |
10 |
|
|
Taman Kanak-Kanak |
15 |
|
|
Sekolah Dasar |
150 |
|
|
Sekolah Menengah Pertama |
598 |
|
|
Sekolah Menengah Atas |
100 |
|
|
Perguruan Tinggi |
57 |
|
|
JUMLAH |
930 |
b.
Mata
pencaharian
Desa Poteran Kecamatan Talango yang masuk
pada wilayah tropis, masyarakatnya memanfaatkan dua musim yang selalu
bergantian, di mana wilayah Desa Poteran sendiri termasuk pada wilayah yang
kurang subur, sehingga menitikberatkan mata pencaharian mereka pada kehidupan
laut sebagai nelayan atau bercocok tanam mengandalkan tanah tandus di mana
tidak semua tanaman bisa tumbuh subur seperti di wilayah lain.
Seiring dengan pengetahuan dan peningkatan
kemampuan mereka dalam memilih cultivars dengan jenis tanaman budi daya
dan kesempatan lainnya untuk memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya
manusianya, mereka mulai menentukan arah tidak hanya terpaku sebagai pelaut dan
bercocok tanam saja melainkan hampir separuh dari masyarakat yang ada lebih
memilih merantau ke kota-kota besar.
Pusat ibu kota Jakarta dan kota-kota besar
lainnya seperti Surabaya, Malang, Bali, Semarang, Bandung, Bogor, Bekasi,
Yogyakarta, Solo, Tangerang dan kota-kota besar lainnya di seluruh Indonesia, menjadi
ladang mata pencaharian masyarakat Desa poteran untuk bekerja atau memulai
bisnis sebagai penjaga warung kelontong Madura yang sampai saat ini menjadi
pusat perhatian paling terbesar bagi kalangan masyarakat Madura pada umumnya,
masyarakat Desa Poteran pada khsusunya.
Ditinjau dari sector kelautan bukan hal
yang sama sekali tidak mempunyai nilai atau potensi, namun Masyarakat Desa
Poteran sendiri menganggap bahwa pada sector tersebut dianggap kurang optimal
dari pola pengembangan dan pemasaran hasil panen dari pertanian dan kelautan.
Dari segi kelautan sendiri potensinya adalah ikan kepiting, rajungan dan cumi
masih terbilang cukup baik, sehingga masyarakat yang tetap memilih bekerja
sebagai pelaut di Desa Poteran Kecamatan Talango juga masih terbilang sejahtera
dengan memanfaatkan hasil mata pencahariannya dengan memanfaatkan laut.
Berbeda halnya dengan sektor pertanian yang
tidak begitu baik karna tidak didukung oleh potensi tanah, di Desa Poteran
Kecamatan Talango tanah atau ladang didasari bebatuan dianggap hasil pertanian
kurang maksimal, sebab karna itulah masyarakat Desa Poteran lebih banyak
memilih merantau ke kota-kota besar daripada menjadi tuan di tanahnya sendiri
sebagai petani atau pelaut. Meskipun pada kenyataannya dengan lahan tandus
sebagian masyarakat yang memilih untuk memanfaatkan ladang sebagai petani untuk
mata pencahariaannya penghasilan sumber alamnya sangat maksimal dan memuaskan
seperti tanaman jagung, cabei jamu, dan semangka. Tabel berikut menyajikan data
jumlah mata pencaharian ekonomi penduduk desa Poteran kecamatan Talango
kabupaten Sumenep:[2]
Tabel 3
Jumlah
Penduduk Berdasarkan Tingkat Ekonomi
|
No |
TINGKATAN |
JIWA |
|
1 |
Belum bekerja |
950 |
|
2 |
Mengurus rumah tangga |
357 |
|
3 |
PNS |
10 |
|
4 |
TNI |
8 |
|
5 |
Polri |
6 |
|
6 |
Pedagang |
554 |
|
7 |
Petani |
879 |
|
8 |
Karyawan swasta |
50 |
|
9 |
Buruh tani |
267 |
|
10 |
Guru |
17 |
|
11 |
Bidan |
5 |
|
12 |
Supir |
12 |
|
13 |
Wiraswasta |
1076 |
|
14 |
Pelaut |
100 |
|
|
JUMLAH |
4.291 |
c.
Geografis
Desa Poteran Kecamatan Talango termasuk
wilayah administratif dari Kecamatan Talango dengan luas wilayah 3,66 km. Luas
wilayah Desa Poteran 57,5 ha dengan perincian pesisir 25%, bebatuan 30% , dan
ladang/tegalan 45%. Batas wilayahnya berbatasan dengan wilayah Desa Palasa
untuk di sebelah barat, sebalah timur berbatasan dengan Desa Kombang dan
sebalah selatan bebatasan dengan Desa Essang, di mana semua desa tersebut
sama-sama berlahan bebatuan dan merupakan wilayah desa yang sangat panas dengan
ketinggian suhu mencapai 35 0c.
Meskipun Desa Poteran yang merupakan desa
paling ujung di Kecamatan Talango dengan jarak tempuh 12 KM untuk sampai ke
pusat ibu kota kecamatan, Desa Poteran merupakan sebuah desa yang cukup menarik
dan sangat menakjubkan dengan keadaan alam pesisir yang ada di Desa Poteran.
d.
Potensi dan Komoditi
Ada banyak potensi yang berada di Desa
Poteran, di antaranya adalah penghasilan tani dan hasil laut yang cukup menjanjikan.
Namun karena sistem pemasaran dan pengembangan yang ada di Desa Poteran masih
kurang optimal maka perlu di lakukan pembenahan ulang termasuk pelatihan dan penyuluhan
supaya keadaan komoditi ekonomi dapat berkembang di pasaran.
Desa Poteran sebenarnya memiliki potensi luar biasa tetapi karna faktor sumber daya manusianya kurang optimal untuk memanfaatkan maka potensi tersebut terkubur. Potensi tersebut bisa kita lihat dari bagaimana masyarakat yang ada memanfaatkan ladang sebagai pertanian jagung dan semangka. Di mana kita mengetahui bersama bahwa jagung merupakan makanan pokok yang secara skala nasional masih perlu untuk ditingkatkan dan pemerintah sendiri medorong penuh untuk terus optimal dalam pengelolaan ladang untuk menghasilkan hasil panen jagung yang optimal.
Penulis: Admin
Comments
Post a Comment